Untitled Document
Komisi Gratis http://hits4pay.com/members/index.cgi?ronyfatma
Klik Aja Deh Klik Aja Deh


   
 
  Dugaan kecurangan dilaporkan
 
Dugaan kecurangan dilaporkan
Tirtomoyo (Espos)   Dugaan penggelembungan suara di Tirtomoyo dilaporkan ke Panwaslu Wonogiri. Dugaan kecurangan itu terlihat sejak akan digelar rapat pleno panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang deadlock, Senin (13/4) malam.
Wakil Ketua DPD PAN Wonogiri, Agus Subagyo, kepada Espos, Selasa (14/4), mengatakan penghitungan ulang urung digelar dan PPK melimpahkan tugasnya kepada KPU Wonogiri. “Penghitungan suara sudah selesai dan saksi tidak mau menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) rekapitulasi karena ada dugaan kecurangan. Tadi siang akan dilakukan penghitungan ulang, namun tidak jadi dan disepakati persoalan yang ada dilaporkan ke Panwascam dengan tembusan Panwaslu Wonogiri,” ujarnya.
Lebih lanjut Agus Subagyo menjelaskan hasil investigasi yang dilakukan oleh kader dan Caleg PAN di Kecamatan Tirtomoyo ada indikasi penggelembungan suara untuk menyelamatkan salah satu Caleg asal Tirtomoyo. “Kejanggalan itu muncul setelah selesainya penghitungan suara, para saksi meminta print out hasil rekapitulasi namun tidak diberi. Padahal para saksi sudah menunggu sampai sore hari.”
Terpisah, anggota KPU Wonogiri Mat Nawir mengatakan jika saksi Parpol yang tidak mau menandatangani BAP rekapitulasi perhitungan suara, hal itu tidak menjadi persoalan.
Sementara itu, Caleg asal PDIP Dapil II, AS Joko Prayitno, terkejut saat jumlah suaranya kalah dengan rekannya Timo. Kesalahan input data itu akhirnya dikoreksi KPU dan posisi AS Joko Prayitno berada pada nomor urut II di Dapil II menggantikan posisi Timo.

Wajah baru
Sementara data di KPU, penghitungan sementara telah masuk 64%. Dari data itu, 56% anggota DPRD Wonogiri mendatang didominasi wajah baru. Selain itu, perolehan kursi PAN untuk Dapil IV hilang digeser oleh sisa suara Partai Golkar, sehingga dalam Pemilu ini jumlah kursi PAN diperkirakan hanya empat kursi.
Sementara itu, Ketua PPS Desa Jaten, Selogiri, Kasimun SH, dalam rilis yang diterima Espos, kemarin, membantah pernyataan Ketua Panwaslu Tulus PE yang menyatakan di TPS XII, hampir semua pemilih diberi form C5. Form C4, jelas dia, hanya diberikan kepada tiga pemilih jompo yaitu Sumi, Trimo dan Tumiyem. Dia juga menyatakan tidak benar ada warga yang tidak terdaftar dalam DPT. Dia menyatakan warga yang belum didata belum memiliki kartu keluarga (KK) pada 11 Februari 2009. - Oleh : Syifaul Arifin, Trianto Hery S
 
  424263 visitors (1519806 hits)
 
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=